PERBEDAAN dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan keniscayaan. Hal ini dikarenakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibangun atas dasar keragaman dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu setiap usaha untuk menghantam perbedaan keyakinan dan kebudayaan di negeri ini haruslah dihindarkan.

Peristiwa 1 Juni 2008 di Monumen Nasional (MONAS) Jakarta telah menyulut api pertarungan antar umat beragama. Peristiwa bentrokan yang antara FPI (Front Pembela Islam) terhadap AKK-BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) telah menciderai Pancasila yang telah dirancang oleh beberapa Funding Father kita. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh FPI telah melanggar hukum dan merusak konstitusi UUD 1945.

Dengan ini Aliansi Masyarakat Malang Raya Anti kekerasan menyatakan Panca AMARA:

  1. Mengutuk bentuk kekerasan yang terjadi di MONAS atas nama agama yang dilakukan oleh FPI
  2. mendesak pemerintah bertindak tegas atas nama hukum terhadap perilaku tindak kekerasan dan premanisme atas nama agama yang menghancurkan sendi-sendi demokrasi dan mengancam keutuhan NKRI
  3. menuntut pembubaran FPI dan kelompok-kelompok yang memaksakan kehendak dan keyakinan dengan cara-cara kekerasan dan tindakan anarkhis lainnya
  4. menghimbau kepada semua elemen bangsa untuk menjaga dan membentengi gerakan serta ancaman dari upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa atas nama apapun yang merupakan bentuk penghianatan terhadap NKRI
  5. menghimbau kepada semua elemen bangsa untuk menghargai perbedaan keyakinan dan budaya di antara bangsa Indonesia yang sudah bersusah payah memperjuangkan NKRI

Malang, 3 Juni 2008
AMARA (Aliansi Masyarakat Malang Raya Anti Kekerasan)
PCNU Malang Raya, GP Ansor Malang Raya, Fatayat NU Malang Raya, IPNU-IPPNU Malang Raya, Muslimat NU, PMII Kota Malang, Lakpesdam NU, FKAUB Kota Malang, Averroes Community, Puspek Averroes, BEM STFT Widya Sasana, Bem Unmer, Masyarakat Sakerah Malang Raya.