Menyediakan makanan sehat untuk anak gampang-gampang susah. Terlebih bila mereka lebih senang makanan cepat saji ketimbang asupan sehat seperti sayur dan buah. Supaya makanan yang dikonsumsi anak tetap sehat, ada baiknya melakukan beberapa trik singkat di bawah ini.

Sarapan

Sarapan merupakan hal terpenting. Sebab kita membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas di pagi hari. Sebaiknya konsumsi makanan seperti :

· Roti yang terbuat dari gandum dengan keju rendah lemak, panggang sampai keju meleleh sedikit, setelah itu tambahkan strawberry dan bubuk kayu manis dibagian atas roti.

· Buat telur orak arik hanya bagian putihnya saja.

· Untuk menambah rasa manis pada oatmeal atau sereal yang terbuat dari gandum lainnya, tambahkan buah segar atau kismis daripada gula.

Bekal Makan Siang

Sedapat mungkin selalu siapkan bekal makan siang anak anda dengan asupan bergizi. Jangan lupa menambahkan buah. Selalu ingatkan mereka akan pentingnya makanan sehat. Supaya mereka tetap ingat dengan nasehat kita.

Dari pada menambahkan daging yang biasanya tinggi lemak, ganti dengan irisan ikan filet dan mayonnaise rendah lemak serta sayur. Selai kacang bisa ditambahkan, tapi sebaiknya olesannya tipis saja. Bisa juga ditambahkan kismis, kurma dan pisang. Jangan lupa untuk memasukkan yogurt dan kue segar dalam bekal makan siang mereka.

Buat Kue Yang Beragam

Salah satu cara menambah rasa pada makanan sehat. Cobalah buat kue berbahan beras, gandum, atau jagung tortilla.

Siapkan Makan Malam Bersama

Ajak anak membantu anda menyiapkan makan malam, misalnya menyiapkan meja, menu, membersihkan serta memotong buah, sayur, dan sebagainya. Saat makan malam, hindari daging tinggi lemak. Pilih daging yang sudah dibuang lemaknya, ikan, daging unggas tanpa lemak, sayuran segar, gandum, beras, kacang-kacangan, susu skim atau jus buah, dan buah segar sebagai penutup.

Jangan Banyak Garam

Jangan meletakkan garam dimeja makan karena anda tidak membutuhkannya. Kebanyakan makanan sudah cukup mengandung garam. Satu sendok the garam mengandung 2000 mg sodium. Ini hampir mencukupi kebutuhan garam harian, yang sekitar 2300 mg per hari. Daripada menambahkan garam, lebih baik menggantinya dengan bawang putih, bawang bombai, rempah-rempah , cuka apel, buah, dan sayur.

Makan Bareng

Anak-anak cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam saat mereka makan sendiri. Itu sebabnya, makan bersama anggota keluarga lainnya akan menahan keinginan tersebut. Sebab biasanya keluarga cenderung menyediakan makanan bergizi. Jika anak harus makan sendirian, sebaliknya berikan asupan sehat yang bervariasi. Misalnya macaroni dengan keju rendah lemak, sayuran rebus, nasi dengan ayam tanpa kulit, dan sebagainya.