SD Naikkan Standar, Nilai Kelulusan Naik 0,5 Tiap Mata Pelajaran

SEJUMLAH sekolah dasar sudah menetapkan kenaikan standar kelulusan ujian akhir sekolah berstandar nasional tahun 2008/2009. Peningkatan nilai kelulusan berlaku untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. ”Standar kelulusan minimal untuk UASBN memang diserahkan ke setiap sekolah. Namun, ada imbauan dari dinas pendidikan supaya standar kelulusan yang dibuat jangan terlalu rendah. Seperti di Jakarta diharapkan standar kelulusan untuk UASBN tahun ini tidak boleh di bawah 3,5,” kata Tjiah K, Kepala SDN Palmerah 07 Jakarta, Rabu (18/3).

Di sejumlah sekolah, peningkatan standar kelulusan yang ditetapkan naik sekitar 0,5 dari tahun sebelumnya. Tujuannya supaya siswa tetap bisa mencapai nilai minimal sehingga tidak terhambat untuk masuk ke jenjang SMP dalam upaya menuntaskan wajib belajar sembilan tahun.

Embrio UN

Pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) dengan komposisi soal 75 persen dibuat pemerintah daerah dan 25 persen dibuat pemerintah pusat itu direncanakan sebagai embrio pelaksanaan ujian nasional (UN) di tingkat SD dan sederajat. Dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah pusat berencana untuk menetapkan standar kelulusan secara minimal seperti pada UN SMP dan SMA/SMK.

Titi Sofiatun, Kepala SDN Medokan Semampir II-260 Surabaya, Jawa Timur, menjelaskan, sekolah ini menetapkan standar kelulusan minimal yang lebih tinggi dari yang ditetapkan dinas pendidikan setempat. Untuk Bahasa Indonesia minimal 6,5, IPA minimal 6, sedangkan Matematika minimal 4. Standar kelulusan minimal di tingkat kota berkisar 4,5.

”Standar nilai yang cukup tinggi ini memacu guru untuk menyiapkan siswa sebaik-baiknya,” ujar Titi.

Siswa kelas VI SD diberikan pelajaran tambahan sekitar 90 menit setiap hari untuk tiga mata pelajaran UASBN. Selain itu, dengan adanya kisi-kisi UASBN yang sudah diberikan, guru tidak kesulitan untuk mempersiapkan siswa menghadapi UASBN pada 11-13 Mei 2009.

Lil Umrotul M, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Ulum Besuki, Sidoarjo, Jatim, mengatakan, kondisi siswa korban lumpur Lapindo yang terpaksa mengungsi di sekolah lain tetap menjadi pertimbangan saat menentukan standar kelulusan minimal dalam UASBN pada Mei mendatang. (ELN)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/19/03505656/sd.naikkan.standar

Kompas.com Kamis, 19 Maret 2009 | 03:50 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>