<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Averroes Community &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://www.averroes.or.id/category/pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.averroes.or.id</link>
	<description>Membangun Wacana Kritis Rakyat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Mar 2010 04:18:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pendidikan yang Menggeli(sah)kan</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/opinion/pendidikan-yang-menggelisahkan.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/opinion/pendidikan-yang-menggelisahkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 04:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/?p=1218</guid>
		<description><![CDATA[Selaku pendidik, Mochtar Buchori (Kompas, 9/2/2010) mencurahkan kegelisahannya (kegeliannya juga?) lewat tiga ”kalimat kunci”-nya.
Kalimat kunci pertama adalah ”&#8230; dalam kasus kita sekarang, krisis moral jadi sumber krisis- krisis yang lain. &#8230;. Begitu pula keributan tentang ujian nasional, hemat saya adalah dampak dari krisis moral.” Jalan keluar menerobos krisis moral itu hanya satu, yakni kita sendirilah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/opinion/pendidikan-yang-menggelisahkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagai Problematik Ujian Nasional</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/opinion/berbagai-problematik-ujian-nasional.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/opinion/berbagai-problematik-ujian-nasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 01:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/opinion/berbagai-problematik-ujian-nasional.html</guid>
		<description><![CDATA[Keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi ujian nasional yang diajukan pemerintah tidak serta-merta mengakhiri kontroversi UN.
Pemerintah masih berkeinginan untuk melakukan peninjauan kembali (PK). Namun, bukti baru macam apa yang akan dijadikan dasar untuk melakukan PK belum jelas.

Problematik
Sementara itu, para penolak UN berharap agar pemerintah legowo terhadap keputusan MA dan segera melaksanakannya dengan tidak perlu menggelar [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/opinion/berbagai-problematik-ujian-nasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Mitos-mitos&#8221; Ujian Nasional?</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/opinion/mitos-mitos-ujian-nasional.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/opinion/mitos-mitos-ujian-nasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/opinion/mitos-mitos-ujian-nasional.html</guid>
		<description><![CDATA[Gugatan 58 warga negara terkait kebijakan ujian nasional kembali mendapat dukungan dengan ditolaknya kasasi pemerintah oleh Mahkamah Agung.
Tidak berlebihan untuk memandang putusan itu sebagai tonggak penting dalam mendorong evaluasi berbagai kebijakan pendidikan selama ini. Sayang, pemerintah tampaknya berkeras menggunakan hasil ujian nasional (UN) sebagai salah satu penentu kelulusan melalui rencana peninjauan kembali. Beberapa argumen yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/opinion/mitos-mitos-ujian-nasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kewirausahaan Harus Menjadi Karakter, Kurikulum Kewirausahaan Diterapkan di Sekolah Tahun 2010</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/breaking-news/kewirausahaan-harus-menjadi-karakter-kurikulum-kewirausahaan-diterapkan-di-sekolah-tahun-2010.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/breaking-news/kewirausahaan-harus-menjadi-karakter-kurikulum-kewirausahaan-diterapkan-di-sekolah-tahun-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 02:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/breaking-news/kewirausahaan-harus-menjadi-karakter-kurikulum-kewirausahaan-diterapkan-di-sekolah-tahun-2010.html</guid>
		<description><![CDATA[Kewirausahaan atau entrepreneurship bukan cuma diartikan keterampilan berbisnis. Lebih penting dari itu, kewirusahaan adalah sikap kreatif, inovatif, dan berani mengambil keputusan sehingga harus dijadikan sikap hidup bahkan karakter bangsa.
Demikian pokok pikiran yang terungkap dari pemikiran pengusaha yang juga tokoh pendidikan kewirausahaan, Ciputra; Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama; serta Sudrajat Rasyid, Deputi Mennegpora Bidang Kewirausahaan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/breaking-news/kewirausahaan-harus-menjadi-karakter-kurikulum-kewirausahaan-diterapkan-di-sekolah-tahun-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkecil Diskriminasi di Bidang Pendidikan, Nasionalisme Tidak Mengenal &#8220;Locus&#8221;</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/breaking-news/perkecil-diskriminasi-di-bidang-pendidikan-nasionalisme-tidak-mengenal-locus.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/breaking-news/perkecil-diskriminasi-di-bidang-pendidikan-nasionalisme-tidak-mengenal-locus.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/breaking-news/perkecil-diskriminasi-di-bidang-pendidikan-nasionalisme-tidak-mengenal-locus.html</guid>
		<description><![CDATA[Semua warga negara harus mempunyai kesempatan yang sama di bidang pendidikan. Oleh karena itu, diskriminasi pendidikan, baik menyangkut diskriminasi sosial, diskriminasi kewilayahan, maupun diskriminasi agama, harus dihapuskan, setidaknya diperkecil.
”Semua warga negara harus mempunyai akses yang sama. Tidak boleh dibedakan kaya-miskin atau Jawa dan luar Jawa. Semua harus punya akses yang sama. Terserah, akses tersebut akan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/breaking-news/perkecil-diskriminasi-di-bidang-pendidikan-nasionalisme-tidak-mengenal-locus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Diarahkan Adakan Penelitian &#8211;Upaya Meningkatkan Kualitas Setelah Sertifikasi</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/breaking-news/guru-diarahkan-adakan-penelitian-upaya-meningkatkan-kualitas-setelah-sertifikasi.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/breaking-news/guru-diarahkan-adakan-penelitian-upaya-meningkatkan-kualitas-setelah-sertifikasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 15:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, guru yang sudah memperoleh sertifikasi dan tunjangan guru akan tetap dipantau. Pemantauan termasuk juga pemberikan pelatihan metode pengajaran, materi pengajaran, dan melakukan penelitian.
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menilai perlu ada kebijakan yang mendorong guru dan dosen untuk mengembangkan diri dengan melakukan penelitian. ”Pelan-pelan dirumuskan sambil menunggu proses sertifikasi selesai,” kata [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/breaking-news/guru-diarahkan-adakan-penelitian-upaya-meningkatkan-kualitas-setelah-sertifikasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan Muda Peneliti Indonesia Dapat Beasiswa</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/lifestyle/perempuan-muda-peneliti-indonesia-dapat-beasiswa.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/lifestyle/perempuan-muda-peneliti-indonesia-dapat-beasiswa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 06:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/lifestyle/perempuan-muda-peneliti-indonesia-dapat-beasiswa.html</guid>
		<description><![CDATA[Beasiswa penelitian senilai Rp 60 juta disediakan bagi perempuan muda peneliti Indonesia lewat program For Women In Science. Program kerjasama UNESCO-L&#8217;oreal ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat para perempuan muda peneliti Indonesia dan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kemajuan umat manusia.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia UNESCO Arief Rachman dalam sosialisasi program For Women In Science di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/lifestyle/perempuan-muda-peneliti-indonesia-dapat-beasiswa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyekolahkan Anak Hanya Impian</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/pendidikan/menyekolahkan-anak-hanya-impian.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/pendidikan/menyekolahkan-anak-hanya-impian.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 04:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/pendidikan/menyekolahkan-anak-hanya-impian.html</guid>
		<description><![CDATA[Prawiro (54), buruh tani menginjak-injak padi agar terlepas dari batangnya di Bantul, DIY. Selama musim panen ia menjadi buruh tani dengan upah Rp 20.000 per hari.
Hidup serba kekurangan sudah menyatu dalam kehidupan se- orang buruh tani. Makan dengan lauk seadanya, bahkan hanya makan tiwul (singkong yang dikeringkan), adalah hal biasa. Bisa menyekolahkan anak hingga SMA [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/pendidikan/menyekolahkan-anak-hanya-impian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motivasi Menulis Karya Ilmiah Masih Minim</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/pendidikan/motivasi-menulis-karya-ilmiah-masih-minim.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/pendidikan/motivasi-menulis-karya-ilmiah-masih-minim.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 03:16:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/pendidikan/motivasi-menulis-karya-ilmiah-masih-minim.html</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi menulis karya ilmiah dan memublikasikannya di jurnal ilmiah berakreditasi nasional ataupun internasional belum sepenuhnya terbentuk di kalangan pengajar di perguruan tinggi. Masih banyak kendala untuk kegiatan tersebut, terutama motivasi yang rendah.

Dr Swastiko Priyambodo dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, Senin (10/8), motivasi menulis dan memasukkannya ke jurnal ilmiah masih rendah dan sistem yang ada [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/pendidikan/motivasi-menulis-karya-ilmiah-masih-minim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ISCO: Sekolah Gratis, Tak Perlu Ada Embel-embel!</title>
		<link>http://www.averroes.or.id/lifestyle/isco-sekolah-gratis-tak-perlu-ada-embel-embel.html</link>
		<comments>http://www.averroes.or.id/lifestyle/isco-sekolah-gratis-tak-perlu-ada-embel-embel.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 03:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ave</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.averroes.or.id/lifestyle/isco-sekolah-gratis-tak-perlu-ada-embel-embel.html</guid>
		<description><![CDATA[Menggantung harapan pada sekolah gratis, anak-anak miskin juga boleh bercita-cita. Anak tukang becak ingin jadi dokter, pilot, atau penyanyi, bahkan anak pemulung berhak menjadi guru. Sekolah gratis buat mereka adalah sepeser pun tak keluar uang, tahunya belajar.

Farhan, anak tukang becak di Pademangan Barat, Jakarta Utara, misalnya. Siswa Kelas V SD 09 Pademangan Barat ini mengaku [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.averroes.or.id/lifestyle/isco-sekolah-gratis-tak-perlu-ada-embel-embel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
