Ini sebuah ironi kehidupan. Hanya demi membeli buku sekolah, empat anak sekolah di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terpaksa mencuri ayam tetangga. Itulah yang dijalani empat sekawan, Fudin (13), Makrobi (14), Safi’i (13) dan Dias (13).

Keempatnya masih sekolah di sebuah SMP swasta di Kota Pamekasan. Keempat anak ini ditangkap warga Desa Laden, Kecamatan Kota Pamekasan saat memasuki kandang ayam milik Agus (42), yang masih tetangga empat anak ini.

Sebelum menangkap empat kawanan pencuri ayam ini, Agus menaruh curiga pada Makrobi cs. Terlebih lagi, sebulan terakhir ini kampungnya sering dibobol maling ayam.

Melihat gelagat empat sekawan ini, Agus ikut begadang di dalam rumahnya sembari mengawasi gerakan Makrobi cs itu. Agus yang telah curiga, lalu memasang perangkap.

Lampu ruang tamu dipadamkan. Begitu pula lampu ruang tengah. Melihat lampu sudah padam, Makrobi dan kawanannya langsung mengendap-endap ke arah kandang ayam milik Agus.

Tak lama berselang, Agus keluar pintu belakang, langsung menyergap dan menangkap kawanan Makrobi. Bersama warga, Agus menyerahkan Makrobi cs ke Mapolsek Kota Pamekasan.

Di depan penyidik, Fudin memelas. Dia mengaku terpaksa mencuri ayam karena tak punya uang untuk beli buku sekolah.

Keluhan yang sama dilontarkan Dias. Selama ini, Fudin dan Dias terkadang nyambi bekerja di tempat pencucian mobil sepulang sekolah.

Sayang, hukum tak mempedulikan alasan apapun terhadap tindak kriminal. Meski ayam milik Rudi tidak sampai tercuri, namun Dias, Fudin, Makrobi, dan Safi’i, tetap harus mempertanggung jawabkan di depan hukum.

Empat kawanan pencuri cilik itupun dijerat pasal 363 yang ancamannya 7 tahun penjara. Kapolsek Kota Pamekasan, AKP Mustagfir, mengatakan Makrobi cs tetap ditahan.

Sampai penyidikan selesai, keempat anak ini terpaksa meninggalkan bangku sekolahnya dan menginap di sel tahanan polisi.

Rep/Kam:Arif Purbadi-Madura | VO:Maya | Editor Video:Teddy

Kompas.com Selasa, 24 Maret 2009, 19.02 WIB

Sumber: http://www.kompas-tv.com/content/view/15156/2