BAGAIMANA aku belajar arti bentuk-bentuk dataran, sungai-sungai dan laut-laut? Apakah melalui buku-buku geografi aku memperoleh arti tersebut? Siapapun yang mengusulkan hal itu berarti telah membodohi dirinya sendiri. Benar bahwa buku-buku tentang geografi berisikan pengetahuan ilmiah yang bernilai  mengenai bentuk-bentuk dataran, laut-laut, dan sungai-sungai, namun pengetahuan ini hanyalah bisa diakses olehku di atas landasan pengalaman yang lebih fundamental dan sungguh-sungguh asli; pengalaman ini meliputi kontak spontan kita sehari-hari dengan bentuk-bentuk dataran, laut-laut dan sungai-sungai.

Ahli geografi sendiri sebenarnya tak akan mengerti tentang apakah yang sedang dia tulis jika dia tidak menerima fakta bahwa dia sedang memperlakukan gunung-gunung dan lembah-lembah yang telah dia ketahui sebelum dia tahu arti kata geografi (Merleau-Ponty).

Apa yang harus dilakukan seorang anak laki-laki jika dia ingin mengerti seorang gadis? Haruskah dia mengkonsultasikannya dengan pelajaran tentang fisiologi manusia? Dia lebih baik dinasehati untuk mengundang gadis itu ke pesta ulang tahunnya. Jika buku-buku tentang fisiologi dan antomi tidak melibatkan diri mereka dengan gadis-gadis yang bisa dialami sebagai riil dalam sebuah peristiwa yang berhubungan dengan pesta, atau dalam sebuah kelas atau dalam sebuah kendaraan umum, maka buku-buku tersebut tidaklah memperbincangkan sesuatu apapun. Begitu kita mengingkari pengalaman keseharian kita akan gadis, kita kehilangan koherensi dan arti dari setiap penyelidikan atas anatomi dan fisiologi perempuan.

Sebuah penyelidikan saintifik hanya memiliki arti sepanjang penyelidikan itu melihat sesuatu secara berlawanan dengan latar belakang pengalaman keseharian kita yang biasa atas apapun yang sedang diselidiki oleh penyelidikan tersebut. Maka betapa mengejutkannya, ketika orang-orang yang ingin memberikan penerangan seksual kepada anak-anaknya, mempersiapkan dirinya untuk tugas tersebut dengan bacaan-bacaan mengenai fisiologi dan anatomi!

Pengalaman keseharian yang spontan mengajarkan pada saya bahwa “Aku tinggal di dunia dimana apel-apel jatuh ke bawah dari sebuah pohon dan tidak jatuh ke samping ataupun ke atas” (De Waelhens), dunia dimana matahari terbit dan terbenam (Merleau-Ponty). Ahli fisika datang kepadaku dengan gagasan bahwa matahari  itu tetap stasioner, atau mendekati demikian, dan dengan segera siap menyebut pengalamanku sendiri atas dunia-yang-kualami (lived-world/Lebenswelt) sebagai sebuah ilusi.

Tetapi dunia macam apa  yang ada di dalam benak ahli fisika itu jika bukan dunia dimana matahari terbit dan terbenam? Seringkali seorang ahli fisika terlalu berlebih kerja dan merusak kesehatan atau keseimbangan mentalnya. Dokternya lalu menyarankan dia untuk keluar dari dunia dengan matahari yang stasioner untuk sementara waktu dan untuk beristirahat dalam dunia di mana matahari terbit dan tenggelam. Dan keajaiban muncul- ahli fisika itu kesehatannya pulih dan jiwanya kembali seimbang dalam sebuah dunia yang telah dia ingkari sebagai yang obyektif.

Bersambung