Pelaksanaan Short Course of Quantitative Research (SQR) resmi berakhir. Sekitar pukul 17.09 WIB, Ahad kemarin (05/08/2018), kegiatan ditutup secara khidmat oleh M. Mujtabah, Bendahara Komunitas Averroes.

“Sebagaimana rencana awal, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan dan pemahaman kepada para generasi muda agar lebih dapat berinovasi dan semakin kreatif serta menambah keilmuan, tidak melulu buka internet tanpa alasan yang tidak jelas saja,” kata Mujtabah.

Apa yang dikatakan Mujtabah ini memang linier dengan kondisi generasi muda hari ini yang kian hari kian gandrung dengan internet. Sebagaimana data yang diterbitkan Kominfo lewar Kompas.com yang menyebutkan bahwa Indonesia menempati posisi enam pengguna internet terbanyak di dunia.

“Keberadaan SQR ini bukanlah sesuatu yang unfaedah. Lebih dari itu, Indonesia butuh peneliti dan penelitian untuk memperkaya publikasi. Negara kita ini negara yang memiliki jutaan hal yang harus sesegera mungkin diketahui dunia,” terang Mujtabah.

Mujtabah saat memberikan sambutan
Mujtabah saat memberikan sambutan

Selanjutnya, Mujtabah menjelaskan bahwa acara yang diadakan di Al Hikam ini juga sebagai bentuk untuk menyambung tali sillaturrahmi antara pihak averrroes dan pihak pesantren Al Hikam.

“Kami berharap kedepannya kedua pihak dapat bekerjasama dengan adanya singkronisasi program pesantren dengan program dari Averroes, atau sebaliknya,” tambah Mujtabah.

Di akhir sambutannya, Mujtabah mengatakan, “Jangan puas dengan apa yang sudah didapat, sejatinya apa yang kita laksanakan tiga hari ini masih jauh dari kata sempurna. Nantinya, kami tentu ingin melaksanakan berbagai pelatihan serupa. Entah SQR jilid dua atau pelatihan-pelatihan lainnya.” (DYH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *