Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional bersiap mendukung 17 perguruan tinggi (PT) nasional untuk mencapai kualitas internasional. Untuk tujuan tersebut, Dikti menyokong dari segi dana hingga miliaran rupiah.

Hal tersebut dikatakan oleh Dirjen Dikti Fasli Djalal di Yogyakarta, Rabu (20/5). “Kami mendukung dari segi dana yang jumlahnya cukup banyak, mencapai miliaran rupiah,” kata Dirjen Dikti Fasli Djalal di Yogyakarta.

Perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, serta Universitas Brawijaya (Unibraw). Saat ini, universitas-universitas tersebut sudah termasuk dalam daftar 400-500 universitas besar dunia.

“Kami mendorong 10 universitas lain seperti Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sumatera Utara agar bisa berkelas internasional, sehingga pada 2009 akan ada 17 perguruan tinggi yang sudah berkelas internasional,” kata Fasli.

Ihwal dana bantuan untuk misi tersebut, Fasli mencontohkan UGM yang mendapatkan dana Rp 70 miliar untuk mendukung program internasionalnya. “Internasionalisasi bisa dilakukan dengan membuka program internasional atau mengirim dosen belajar ke luar negeri,” tambah Fasli.

Selain itu, Dirjen Dikti juga telah menyiapkan dana pengembangan penelitian baik mahasiswa maupun dosen. Dana tersebut bisa digunakan untuk mendukung program internasional.

Rinciannya, dana penelitian mahasiswa mencapai Rp 500 juta per tahun, pengembangan bakat, minat, dan potensi sebesar Rp 1 miliar per tahun, serta dana kegiatan konkret mahasiswa yang berhubungan dengan pencegahan pemanasan global sebesar Rp 500 juta.

Sementara itu, Rektor UGM Prof Sudjarwadi mengonfirmasikan, dana bantuan internasionalisasi telah didistribusikan ke seluruh fakultas dengan tujuan utama meningkatkan mutu dan kualitas akademik.

“Penggunaan oleh setiap fakultas tidak harus seragam, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program,” katanya.

Sumber: Kompas.com Rabu, 20 Mei 2009 | 15:43 WIB

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/20/15431717/miliaran.rupiah.demi.universitas.berkelas.internasional