Angka pengangguran terdidik di Indonesia masih tinggi. Lebih dari 500.000 penganggur adalah lulusan diploma dan lebih dari 630.000 orang penganggur adalah lulusan strata satu. Belum ada strategi yang mengintegrasikan sistem pendidikan nasional dengan sistem ketenagakerjaan nasional.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menyampaikan hal itu dalam ceramah tentang ”Permasalahan Ketenagakerjaan dan Peran Perguruan Tinggi” di Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, Rabu (16/9).

”Belum ada yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Kurikulum pendidikan belum mendukung hal itu sehingga lulusan cenderung belum siap kerja,” kata Erman.

Sistem pendidikan nasional menurut Erman seharusnya bersinergi dengan sistem ketenagakerjaan nasional, berupa pengembangan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan pasar kerja.

Erman menyebutkan, masih ada 9,26 juta orang yang menganggur, atau 8,14 persen dari angkatan kerja yang berjumlah 113,74 juta orang. Dari jumlah penganggur yang ada, sekitar 1,14 juta orang merupakan penganggur terdidik lulusan perguruan tinggi.

”Perguruan tinggi sebaiknya menyediakan tempat khusus semacam balai latihan kerja untuk meningkatkan kemampuan lulusannya,” ujar Erman.

Prio Tjahjono dari perusahaan yang memproduksi benang PT Polysindo Eka Perkasa mengatakan, setiap tahun perusahaan rata-rata menyekolahkan sekitar 100 tenaga kerjanya agar lebih terampil. ”Sulit sekali mencari tenaga kerja yang siap kerja. Karena itu, kami mendidik tenaga kerja lebih dulu,” kata Prio Tjahjono. (UTI)

Kompas, Kamis, 17 September 2009 | 04:56 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/17/04562935/pengangguran.terdidik.masih.tinggi