Perum Dwiga Kav A-3 No. 12 Malang Jatim

Akal dan wahyu sama-sama merupakan karunia Allah. Akal dan wahyu bagaikan “saudara sesusuan” (ukht al-radi’ah) yang bisa dibedakan tapi tidak mungkin dipisahkan. Akal memerlukan wahyu karena ada sesuatu di dunia ini, khususnya yang berkaitan dengan alam gaib (metafisika), yang tak bisa dicapai akal. Sementara wahyu juga memerlukan akal karena tanpa akal, wahyu tak bisa dipahami.

Averroes adalah figur yang berbeda dengan tokoh-tokoh besar Islam lainnya. Buah pemikirannya sangat berpengaruh bagi peradaban modern. Perhatian Averroes jauh melampaui sekat-sekat agama. Pemikirannya bersifat universal. Ia sangat apresiatif terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional.

Averroes selalu membuka ruang bagi kemungkinan datangnya kebenaran baru. Baginya, sumber kebenaran tidak hanya datang dari wahyu, tapi juga dari hikmah para filsuf dan pemikir. Averroes selalu berusaha mengharmonisasikan dua sumber kebenaran yang diyakininya, yakni wahyu dan akal. Tidak ada pertentangan antara wahyu dan akal, antara agama dan ilmu, antara syari’ah dan falsafah.

Di sinilah gagasan utama Averroes tentang penyatuan dua sumber kebenaran yang kerap dipertentangkan menjadi inspirasi mendalam bagi sekelompok anak muda yang tinggal di Malang untuk mengembangkan pemikiran-pemikirannya.

Penggunaan nama Averroes sebagai nama komunitas bukan semata-mata didasari oleh figur Averroes sebagai personal, melainkan karena buah pemikirannya yang mampu mengubah stagnasi menjadi dinamika. Penggunaan nama Averroes juga bukan sebagai bentuk pengkultusan.

Dengan semangat membangun wacana kritis rakyat, untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jati dirinya secara otonom, kritis, demokratis, humanis dan mandiri, maka didirikanlah Averroes Community.

————–

Averroes Community didirikan dengan tujuan untuk melakukan usaha-usaha mendorong kelompok-kelompok masyarakat mendapatkan ruang otonom untuk menentukan nasib sendiri melalui pendidikan, pendampingan dan menyebarkan informasi melalui media yang ada; melakukan kajian dan penelitian; melakukan penyebaran gagasan kepada masyarakat melalui media penerbitan; memberi jasa-jasa konsultasi dan advokasi.