Category Archives: Riset

Melacak Akar Ideologi Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia

OLEH Imam Cahyono. Keberadaan gerakan mahasiswa dalam konstelasi sosial politik di negeri ini tak bisa dipandang sebelah mata. Keberadaan mereka menjadi kekuatan yang selalu dipertimbangkan oleh berbagai kelompok kepentingan (interest group) terutama pengambil kebijakan, yakni negara. Diantara elemen-elemen gerakan mahasiswa yang memiliki pengaruh signifikan adalah gerakan mahasiswa Islam. Continue reading

Tipologi dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer

SEJARAH pemikiran adalah sejarah para pemikir, sejarah kaum elit yang dengan kepandaiannya, mampu mengabstraksikan fenomena sosial dan gejala lainnya ke dalam bahasa intelektual dan ilmiah. Para pemikir atau kaum cendekia dianggap elit karena keterasingan mereka dari dunia umum. Istilah “pemikir” itu sendiri agak kabur, bisa diterapkan kepada siapa saja yang memiliki spesialisasi tertentu. Ia bisa diterapkan sebagai panggilan lain untuk “intelektual” dan scholar (sarjana), atau pada konteks yang lebih keren kepada filsuf. Dalam bahasa Inggris, kata-kata seperti philosopher, thinker, scholar dan intellectual merujuk kepada figur terpelajar (learned man) yang sebenarnya tidak mempunyai batasan yang jelas satu dengan yang lainnya. Hanya agaknya disepakati bahwa philosopher karena faktor sejarahnya adalah istilah yang paling signifikan untuk mengekspresikan tingkat kejeniusan seseorang. Karenanya, filsuf adalah orang yang paling elit di antara deretan kaum terpelajar tersebut. Untuk seorang filsuf seperti Ibn Sina misalnya, derajat keelitan seorang filsuf dapat dillhat pada cara mempersepsikan kebenaran. Menurut filsuf Muslim asal Parsi ini, kebenaran yang dicapai oleh para filsuf berbeda dengan kebenaran yang dicapai oleh orang awam atau orang biasa, karena cara dan metode pemahaman yang dipakai oleh kedua kelompok tersebut berbeda. Inilah dikotomi yang paling jelas antara kelompok elit dengan massa. Continue reading

Struktur Keilmuan Pesantren: Studi Komparatif antara Pesantren Tebuireng Jombang dan Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

PENDAHULUAN

Epistemologi dapat diartikan sebagai salah satu cabang filsafat yang mengkaji tentang sumber, susunan, metode-metode dan validitas pengetahuan.[1] Epistemologi sebagai cabang filsafat ini merupakan suatu upaya rasional untuk menimbang dan menemukan nilai kognitif pengalaman manusia dalam interaksinya dengan diri, lingkungan sosial dan alam sekitarnya. Sedang struktur keilmuan merupakan suatu disiplin ilmu yang bersifat evaluatif, normatif dan kritis. Evaluasi yang dimaksud, adalah sesuatu yang bersifat menilai terhadap suatu keyakinan, sikap, pernyataan pendapat dan teori pengetahuan yang dibenarkan atau memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara nalar. Normatif berarti menentukan norma atau tolak ukur kenalaran bagi kebenaran pengetahuan. Sedangkan, kritis berarti banyak mempertanyakan dan menguji kenalaran baik cara ataupun hasil kegiatan manusia mengetahui.[2] Continue reading

Pergeseran Perilaku Politik Kultural Nahdlatul Ulama (NU) di Era Multi Partai Pasca Orde Baru

(Studi Kasus NU Jember, Jawa Timur)
Drs. Abdul Haris, M. Ag., dkk
STAIN Jember Jawa Timur

Ringkasan Laporan Hasil Penelitian “Pergeseran Perilaku Politik Kultural Nahdlatul Ulama (NU) di Era Multi Partai Pasca Orde Baru (Studi Kasus NU Jember, Jawa Timur)” oleh Drs. Abdul Haris, M. Ag. (Ketua Tim Peneliti), M. Khusna Amal, S.Ag., M. Si., Nur Solikin, S. Ag. Semuanya adalah Staf Pengajar STAIN Jember. Ditulis kembali oleh M. Khoirul Muqtafa. Penelitian ini dibiayai oleh Departemen Agama dalam rangka Penelitian Kompetitif yang diselenggarakan oleh Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, Depag RI Tahun 2002. Continue reading

Topeng Malangan: Simbol Pertarungan Berbagai Identitas

Oleh; Paring Waluyo Utomo

Setiap Bulan Selo ,dalam perhitungan kalender Jawa di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang selalu dirayakan upacara ritual bersih desa dan kirap topeng. Acara ritual itu merupakan tradisi turun temurun diwilayah itu. Pijiombo termasuk satu kawasan dengan tempat makam Embah Junggo, dipuncak Gunung Kawi. Makam Eyang Junggo selama ini memang dikenal luas oleh masyarakat sebagai tempat yang dianggap keramat dan memiliki nuansa magis. Bahkan beberapa kalangan memanfaatkan Makam Eyang Junggo sebagai tempat untuk mencari pesugihan. Ditempat itu kerapkali dijumpai warga pendatang yang tidak sekedar berwisata, tetapi mereka sering menjalankan ritual-ritual tertentu sesuai dengan keyakinannya. Continue reading