Asean LogoHubungan yang telah terjalin lama antara Eropa dan Asia Tenggara sedang memasuki tingkatan yang lebih tinggi pada tahun ini. Keterikatan di antara kedua pihak masih terus berkembang menjadi lebih dekat dan lebih dalam, khususnya dalam bidang pengembangan perdamaian, keamanan dan kerja sama di seluruh dunia. Uni Eropa telah mencapai suatu tahapan penting dalam hubungan dengan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) pada pertemuan di Phnom Penh, Mei 2009 lalu, saat aksesi Uni Eropa dan negara-negara anggotanya pada Traktat Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN (ASEAN Treaty on Amity and Cooperation).

ASEAN adalah mitra yang sangat penting bagi Uni Eropa dan saya sangat senang dengan kemajuan ini. Uni Eropa dan mitra-mitranya di Asia memiliki suatu tekad yang sama untuk mengatasi ancaman-ancaman regional dan global yang ada saat ini secara bersama-sama dan suatu kepentingan yang sama dalam pengembangan suatu sistem integrasi regional dan pemerintahan global. Dengan visi bersama inilah saya datang ke Phuket minggu ini untuk menghadiri pertemuan-pertemuan dengan mitra-mitra ASEAN dan Forum Regional ASEAN (ARF).

Kami menganggap ASEAN sebagai kekuatan penggerak utama yang mendorong integrasi regional di Asia. ASEAN telah tampil sebagai pemain regional yang serius. Dengan minat yang besar, kami telah mengikuti perkembangannya menjadi sebuah organisasi regional yang permanen, yang terinspirasi – sekurang-kurangnya sebagian, kami yakin – oleh contoh yang kami berikan tentang integrasi yang sukses di Eropa.

Kami menyambut baik langkah bersejarah yang diambil oleh ASEAN dengan menyepakati sebuah Piagam baru pada bulan Desember lalu yang menciptakan suatu kerangka hukum untuk integrasi lebih lanjut dan kami yakin bahwa Peta Jalan yang ambisius untuk suatu Masyarakat ASEAN akan menjadi sebuah faktor penting dalam membantu upaya menciptakan perdamaian abadi, stabilitas, kesejahteraan bersama dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di kawasan Asia Tenggara.

ARF Penting

Uni Eropa bangga untuk terlibat dalam ARF, yang merupakan satu-satunya forum regional di Asia yang ditujukan semata-mata untuk permasalahan keamanan. Kami terus meningkatkan keterlibatan kami dalam ARF yang telah memberikan kontribusi kepada perdamaian dan keamanan di Asia selama 15 tahun terakhir, karena kami menganggapnya sebagai sebuah kesempatan yang sangat penting untuk berdialog.
Keperluan bagi Eropa dan Asia untuk membahas strategi-strategi global menjadi semakin besar pada tahun ini, mengingat adanya berbagai krisis yang dihadapi oleh dunia: “food (pangan), fuel (bahan bakar), flu dan financial – yang dirangkum menjadi empat F”, sebagaimana dikatakan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon baru-baru ini.

Uni Eropa memiliki kepentingan-kepentingan yang besar di kawasan ini. Perdagangannya dengan Asia Timur telah melampaui perdagangannya dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa merupakan mitra perdagangan terbesar bagi ASEAN.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Pertemuan ARF pada hari Kamis (23 Juli) di Phuket begitu penting bagi kami. ARF adalah sebuah pilar sentral dalam aristektur keamanan regional yang terus mengalami perubahan dan bersama mitra-mitra ARF kami, saat ini dan di masa yang akan datang, kami akan membagikan visi kami tentang kerja sama, sebagai bagian dari suatu sistem multilateral global yang didasari oleh aturan-aturan, untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas melalui tindakan pengembangan kepercayaan dan diplomasi preventif.

Uni Eropa memiliki falsafah bahwa ancaman-ancaman harus dicegah sejak dini agar tidak menjadi sumber-sumber konflik. Negara-negara maju dan berkembang yang serupa sedang berupaya untuk mengatasi bahaya-bahaya dan ketidakamanan yang timbul sebagai akibat dari globalisasi, bersama-sama dengan peluang-peluang yang baru ditemukan yang juga diciptakannya untuk kita semua.

Uni Eropa berharap dapat membahas ancaman-ancaman keamanan baik yang lama maupun yang baru dalam pertemuan ARF, yang mencakup antara lain serangan-serangan teroris serta keharusan untuk mengurangi persenjataan nuklir dan mencegah agar tidak ada lebih banyak negara yang membeli senjata-senjata nuklir; termasuk pula bencana-bencana alam yang kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan iklim.
Kita perlu pula membahas tentang pasokan-pasokan minyak dan gas alam, perompakan dan negara-negara gagal.

Tidak satu pun dari ancaman-ancaman tersebut yang berhenti di perbatasan-perbatasan negara dan semua ancaman tersebut juga relevan untuk mitra-mitra kami di Asia seperti halnya ancaman-ancaman tersebut relevan bagi Uni Eropa.

20 Operasi

Uni Eropa sedang mengambil langkah-langkah dalam upaya untuk membantu terciptanya suatu dunia yang lebih aman dan kami dapat dan harus menjalin kerja sama yang erat dengan Asia dalam hal ini. Kami akan terus mendukung kerja sama yang konkret dan berorientasi pada tindakan yang difokuskan bukan hanya pada langkah-langkah pengembangan kepercayaan, namun juga pada penyelesaian konflik.

Selama dasawarsa lalu, berdasarkan Kebijakan Keamanan dan Pertahanan Eropa (European Security and Defence Policy – ESDP), kami telah menggelar lebih dari 20 operasi untuk mengatasi krisis-krisis di Eropa, Afrika dan Asia. Operasi-operasi tersebut antara lain misi pengembangan perdamaian pascatsunami yang sukses di Aceh, Indonesia, di mana kami menjalin kerja sama yang erat dan sangat sukses dengan negara-negara ASEAN yang turut berpartisipasi, serta satuan tugas angkatan laut kami yang baru pertama kali ada, Operation EU NAVFOR Atalanta, yang memerangi perompak di lepas pantai Somalia. Saat ini, kami memiliki sebuah misi lain di Asia, yang memberikan pelatihan dan pembinaan untuk kepolisian Afganistan.

Penyelesaian konflik yang bersifat abadi harus menyatukan semua pemain regional dengan suatu peran serta yang sama dalam perdamaian. Inilah yang merupakan inti dari Proyek Eropa dan inti dari hubungan kami yang semakin mendalam dengan Asia. Kami sangat yakin bahwa ikatan-ikatan yang kuat antara berbagai kelompok regional di dunia merupakan hal yang sangat penting untuk perdamaian dan keamanan dunia.

Kami berkomitmen untuk meningkatkan keterlibatan kami dalam proses-proses integrasi regional di Asia, termasuk Pertemuan Tingkat Tinggi Asia Timur. Kami memiliki visi yang sama dengan Anda bahwa pada tahun 2020 kawasan Asia Pasifik akan menjadi sebuah kawasan dengan perdamaian, stabilitas, persahabatan dan kesejahteraan yang abadi yang dilandasi oleh rasa saling percaya, di mana diplomasi preventif diupayakan untuk mencapai tujuan utama dari penyelesaian konflik. Penting sekali, khususnya bagi ARF, untuk menjadikan visi ini sebagai sebuah realitas politik.

JAVIER SOLANA
Penulis adalah Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Bersama.

Sumber: Sinar Harapan, 23 Juli 2009
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/visi-perdamaian-di-eropa-dan-asia-tenggara/