Tingkatkan Efektivitas Pendampingan di Lapangan, Komunitas Averroes Gelar Pelatihan Daring Program Mitra Umat BSI Maslahat 2026

JAKARTA – Komunitas Averroes secara resmi menggelar Pelatihan dan Pembekalan Pendamping Baru Program Mitra Umat BSI Maslahat 2026. Kegiatan diselenggarakan secara daring (online) selama tiga hari (5-7 Agustus 2026).

Kegiatan dirancang sebagai langkah strategis dalam memberikan penguatan serta peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para tenaga pendamping baru di lapangan. Fokus utama pelatihan diarahkan untuk mengawal keberlanjutan program yang tengah berjalan (existing), mengingat para pendamping merupakan garda terdepan yang menentukan keberhasilan intervensi pemberdayaan BSI Maslahat di berbagai wilayah penerima manfaat.

Langkah penguatan ini menjadi semakin krusial mengingat masa implementasi program yang mulai memasuki fase akhir.

“Program Mitra Umat BSI Maslahat telah dilaksanakan sejak 2024 dan dijadwalkan berakhir pada akhir 2026. Dari sisa waktu yang ada, upaya strategis yang dapat kita lakukan adalah menjalankan pemulihan (recovery) dan strategi keluar (exit strategy) agar program ini dapat berakhir dengan baik dan sesuai harapan,” tegas Bambang Sukohadi, Team Leader Tenaga Ahli Program Mitra Umat BSI Maslahat Komunitas Averroes.

Pendampingan optimal dibutuhkan mengingat luasnya jangkauan sasaran intervensi program Mitra Umat BSI Maslahat. Program mencakup berbagai entitas dan sektor produktif, mulai dari ekosistem Desa BSI, Kampung Usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dan masjid. Keberagaman basis kelompok tersebut menuntut para pendamping memiliki pemahaman yang holistik serta keterampilan metodologis yang matang dalam merespons dinamika sosial-ekonomi di lokasi dampingan.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 43 peserta yang terlibat aktif sepanjang sesi berlangsung. Komposisi peserta terdiri dari 29 orang pendamping dan fasilitator program yang bertugas langsung di lokasi dampingan, 6 orang Tenaga Ahli dari Konsultan Manajemen Program Komunitas Averroes yang mengawal aspek metodologi dan asistensi teknis, serta 8 orang perwakilan dari tim Empowerment and Development Group (EDG) BSI Maslahat yang mengarahkan ketercapaian indikator kinerja program.

Pembekalan Komprehensif dan Berkelanjutan

Meskipun dilaksanakan secara daring, agenda pembekalan ini tetap dikemas secara interaktif dan terstruktur. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dibekali materi yang berfokus pada pilar-pilar utama tata kelola pendampingan, strategi pemulihan usaha, hingga penyiapan kemandirian komunitas.

Rangkaian materi mendalam yang disampaikan meliputi:

  1. Siklus dan Tahapan Program Mitra Umat BSI. Peserta diajak memetakan alur kerja program secara presisi, mulai dari tahap asesmen kebutuhan, perencanaan aksi, implementasi, hingga evaluasi berkala demi mewujudkan standar operasional yang seragam di seluruh wilayah.
  2. Teknik Fasilitasi. Sesi ini mengasah kemampuan komunikasi empatik, manajemen konflik, teknik pemecahan masalah (problem solving), serta metode fasilitasi partisipatif yang inklusif saat berinteraksi dengan masyarakat.
  3. Penguatan Kelembagaan. Pembahasan difokuskan pada upaya membangun dan memperkokoh struktur organisasi lokal agar masyarakat mampu mengelola program secara mandiri dan akuntabel.
  4. Pembukuan dan Pengendalian Program. Para pendamping dibekali keterampilan manajemen keuangan dan administrasi program yang transparan serta terukur demi menjaga akuntabilitas pelaksanaan kegiatan.
  5. Rapid Assessment Program. Pelatihan instrumen bagi pendamping untuk melakukan evaluasi cepat di lapangan, mengidentifikasi hambatan secara dini, dan mengambil keputusan taktis yang tepat sasaran.
  6. Recovery Program dan Penguatan Usaha. Pemberian strategi khusus untuk memulihkan unit usaha atau kegiatan komunitas yang mengalami kendala operasional, sekaligus menguatkan kapasitas bisnis kelompok UMKM dan mitra program.
  7. Exit Strategy dan Keberlanjutan Program. Materi penutup yang krusial untuk memastikan dampak positif program tetap berjalan pascaprogram. Peserta dilatih menyusun peta jalan keberlanjutan (sustainability roadmap) demi mewujudkan kemandirian komunitas secara permanen.

Melalui pelatihan dan pembekalan intensif ini, Komunitas Averroes sebagai mitra pelaksana atau Konsultan Manajemen Program dari BSI Maslahat berharap para pendamping tidak hanya bertindak sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi agen perubahan (agent of change) yang adaptif dan responsif.

“Peningkatan kapasitas pendamping ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas intervensi di lapangan secara signifikan. Dengan demikian, Program Mitra Umat BSI Maslahat mampu mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat struktur sosial, serta melahirkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru berbasis komunitas secara berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutup Bambang.

Tingkatkan Efektivitas Pendampingan di Lapangan, Komunitas Averroes Gelar Pelatihan Daring Program Mitra Umat BSI Maslahat 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top