Kehidupan

Menolak Urbanisasi?

Hampir setiap ta­hun—khususnya pasca-Lebaran—kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali, Banten dan sebagainya, disibukkan persoalan pelik da­tang­nya kaum urban! Mereka hendak memperbaiki nasib dengan bekerja di kota besar. Ketika desa tercinta tidak lagi menjanjikan harapan kehidupan, sementara anak istri membutuhkan makan maka merantau adalah keputusan terbaik. Pertanyaannya, salah­kah kaum urban itu jika harus bekerja di kota-kota […]

Between Islam, The Market and Spiritual Revolution

Ahmad Munjid’s article “Thick Islam and Deep Islam” (The Jakarta Post, Aug. 16, 2009) was responded to by Hilman Latief’s “Cosmopolitan Muslims: Urban vs. Rural Phenomenon” (the Post Aug. 29, 2009). Although both Munjid and Hilman shared their ideas on the more obvious prevalence of Islamic identity among Indonesian Muslims, they differed in terms of […]

Kurang, Dukungan pada Seni Budaya -Stimulus dari Pemerintah Minim

Minat dan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya sebenarnya cukup baik. Justru dukungan pemerintah terhadap perkembangan seni budaya yang masih kurang, termasuk minimnya gedung kesenian dan tidak adanya keringanan pajak untuk pertunjukan seni. Demikian benang merah yang dikemukakan budayawan Radhar Panca Dahana (Jakarta), Edy Utama (Padang), dan budayawan Suryadi (Belanda), ketika dihubungi Kompas, Jumat (28/8). Mereka […]

Nilai-nilai Tradisi Ditinggalkan, Masyarakat Adat Dipaksa “Modern”

Masyarakat adat menghadapi tantangan yang berat untuk tetap bertahan dalam tradisinya. Kini mereka dipaksa untuk ”modern” dari kacamata masyarakat umum dengan keharusan meninggalkan tradisi leluhur yang memiliki nilai-nilai budaya luhur. Demi kepentingan pembangunan yang hanya dimaknai mengejar pertumbuhan ekonomi, keberadaan komunitas adat atau suku terasing sering kali diabaikan. Padahal, cara dan nilai hidup komunitas adat […]

Scroll to top