Month: July 2008

Multikulturalisme dalam Masyarakat Majemuk

DI DALAM dunia ilmu-ilmu sosial telah muncul semacam kesadaran, bahwa penelitian sosial tidak pernah boleh berhenti pada pengumpulan data-data semata. Penelitian sosial haruslah menekankan dan mengajarkan nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan bersama. Hal yang sama kiranya juga berlaku di dalam penelitian-penelitan mengenai multikulturalisme.

Zizek dan Lumpuhnya The Big Other

KITA hidup dalam masyarakat global-liberal-kapitalis, dan itu benar. Tapi apakah dengan itu subyek atau manusia juga mati, sebagaimana dikatakan kaum posmo? Posmodernis adalah konservatif sejati! “dalam ketegangan struktur, justru subyek hidup kembali, dan bukannya mati sebagaimana dikehendaki posmo,” kata Slavoj Zizek, seorang Marxis-Lacanian. Bagaimana itu mungkin?Zizek menerima ide sosiolog Ulrich Beck bahwa masyarakat kontemporer kita […]

Konflik Pengarang dan Cerita: STA dan Novel-novelnya

PADA 29 Mei 2008 Akademi Jakarta menyelenggarakan STA Memorial Lecture di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Salah satu pemberi kuliah adalah Ignas Kleden, khusus menyoroti Sutan Takdir Alisjahbana dengan novel-novelnya. Novel Kalah dan Menang tidak dimasukkan ke dalam pembahasan di sini karena penulis belum selesai membacanya ketika menulis esai ini. Lembar Bentara menyiarkan kuliah Ignas tersebut […]

Seni, Politik, dan Emansipasi

””MANIKEBU” sebenarnya tak pernah menampik pentingnya politik, tak serta-merta menerima paham: ”humanisme universal” dan menafikan ”Realisme Sosialis”. Baru sekarang terbuka pintu untuk mengetahui, dengan sikap yang lebih lapang, perdebatan tentang seni dan revolusi berlangsung di mana-mana—dan tak ada satu suara yang bisa membungkam suara lain.1 Saya berterima kasih: hari ini saya dapat kehormatan untuk berbicara […]

Mengungkap Politik Kebudayaan Kaum Bersarung

PADA masa “Demokrasi Terpimpin” lembaga seni budaya banyak yang berafiliasi dengan partai. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa seni budaya telah dimanfaatkan secara ekstensif sebagai alat tindakan politik. Hampir dapat dipastikan partai politik yang berbasis massa besar hingga yang terkecil memiliki lembaga seni budayanya masing-masing. Yang pada pempublikasiannya, akhirnya memicu timbulnya polemik dalam domain kebudayaan. Polemik tersebut […]

Scroll to top