Politik Narsistik
POLITIK Indonesia terperangkap dalam pusaran dua arus yang bergerak saling menjauh: keasyikan arus atas berpolitik bertolak belakang dengan kelesuan arus bawah.
POLITIK Indonesia terperangkap dalam pusaran dua arus yang bergerak saling menjauh: keasyikan arus atas berpolitik bertolak belakang dengan kelesuan arus bawah.
BELUM lama berselang, seorang sejarawan menulis di harian ini, ”History”, ”His Story” atau Sekadar ”Sorry” (Kompas, 13/9/2008). Dengan menarik, sejarawan itu mengulas sejumlah buku yang ditulis berdasarkan tuturan para pelaku sejarah.
JUDUL di atas sengaja aku pilih sebab teringat buku-buku sekolah anakku hampir semuanya memiliki judul serupa. Seperti “Asyiknya bermain Angka”, “Asyiknya Mewarnai”, “Asyiknya Belajar Bahasa Inggris”, dll. Setelah kubuka-buka, isi di dalamnya, secara mengejutkan, ternyata juga emang sangat mengasyikkan. Bahkan untuk seorang yang berusia tak lagi muda ini. apakah betul sesuatu yang mengandung ke-asyik-an itu […]
TEORI kualitas primer dan sekunder mengandung sebuah teori yang implisit mengenai pengalaman dan pengetahuan. Kualitas primer dianggap sebagai obyektif, sementara kualitas sekunder sebagai subyektif semata.
APAKAH obyek yang sesungguhnya dari sains itu? Melibatkan diri dengan apakah sains itu? Untuk mendapatkan pandangan mendalam ke dalam pertanyaan-pertanyaan ini kita haruslah memulihkan kembali dunia-yang-kualami (lived-world) ke posisi yang penting dalam pemikiran kita.