Author : ave

Zizek dan Lumpuhnya The Big Other

KITA hidup dalam masyarakat global-liberal-kapitalis, dan itu benar. Tapi apakah dengan itu subyek atau manusia juga mati, sebagaimana dikatakan kaum posmo? Posmodernis adalah konservatif sejati! “dalam ketegangan struktur, justru subyek hidup kembali, dan bukannya mati sebagaimana dikehendaki posmo,” kata Slavoj Zizek, seorang Marxis-Lacanian. Bagaimana itu mungkin?Zizek menerima ide sosiolog Ulrich Beck bahwa masyarakat kontemporer kita […]

Konflik Pengarang dan Cerita: STA dan Novel-novelnya

PADA 29 Mei 2008 Akademi Jakarta menyelenggarakan STA Memorial Lecture di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Salah satu pemberi kuliah adalah Ignas Kleden, khusus menyoroti Sutan Takdir Alisjahbana dengan novel-novelnya. Novel Kalah dan Menang tidak dimasukkan ke dalam pembahasan di sini karena penulis belum selesai membacanya ketika menulis esai ini. Lembar Bentara menyiarkan kuliah Ignas tersebut […]

Seni, Politik, dan Emansipasi

””MANIKEBU” sebenarnya tak pernah menampik pentingnya politik, tak serta-merta menerima paham: ”humanisme universal” dan menafikan ”Realisme Sosialis”. Baru sekarang terbuka pintu untuk mengetahui, dengan sikap yang lebih lapang, perdebatan tentang seni dan revolusi berlangsung di mana-mana—dan tak ada satu suara yang bisa membungkam suara lain.1 Saya berterima kasih: hari ini saya dapat kehormatan untuk berbicara […]

Mengungkap Politik Kebudayaan Kaum Bersarung

PADA masa “Demokrasi Terpimpin” lembaga seni budaya banyak yang berafiliasi dengan partai. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa seni budaya telah dimanfaatkan secara ekstensif sebagai alat tindakan politik. Hampir dapat dipastikan partai politik yang berbasis massa besar hingga yang terkecil memiliki lembaga seni budayanya masing-masing. Yang pada pempublikasiannya, akhirnya memicu timbulnya polemik dalam domain kebudayaan. Polemik tersebut […]

Latar Kosmologi Seni Tradisi: Kritik Nalar Poskolonial

Ahmad Gibson Al-Bustomi Seni tradisi, secara antropologis, merupakan presentasi tearerikal pandangan kosmologi masyarakatnya. Dalam konteks tertentu, seni tradisi merupakan suatu “ritus” yang menghubungkan antara diri dan biografi dirinya dengan sejarah masa lalu primordial masyarakatnya yang sakral. Sakralitas seni tradisi terletak pada “apresiasi” masyarakat terhadap sejarah masa lalunya, bukan pada objek yang diapresiasi. Sakralitas yang tentunya […]

Scroll to top