Opini

Menolak Urbanisasi?

Hampir setiap ta­hun—khususnya pasca-Lebaran—kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali, Banten dan sebagainya, disibukkan persoalan pelik da­tang­nya kaum urban! Mereka hendak memperbaiki nasib dengan bekerja di kota besar. Ketika desa tercinta tidak lagi menjanjikan harapan kehidupan, sementara anak istri membutuhkan makan maka merantau adalah keputusan terbaik. Pertanyaannya, salah­kah kaum urban itu jika harus bekerja di kota-kota […]

Between Islam, The Market and Spiritual Revolution

Ahmad Munjid’s article “Thick Islam and Deep Islam” (The Jakarta Post, Aug. 16, 2009) was responded to by Hilman Latief’s “Cosmopolitan Muslims: Urban vs. Rural Phenomenon” (the Post Aug. 29, 2009). Although both Munjid and Hilman shared their ideas on the more obvious prevalence of Islamic identity among Indonesian Muslims, they differed in terms of […]

Menyegarkan Kembali Perekonomian Indonesia

Presiden Barack Obama beberapa hari lalu menyampaikan pidato untuk mendorong reformasi sistem kesehatan Amerika Serikat di depan anggota legislatif. Dia mengingatkan rakyatnya untuk tidak terjebak pada detail kebijakan, tapi berpegang teguh dan bergerak berdasarkan pada prinsip keadilan sosial dan karakter bangsa. Bila seorang Presiden dari negara yang menepuk dada sebagai pengguna sistem kapitalis dan pasar […]

Agenda Besar Kebudayaan

Bangsa besar adalah yang juga berjiwa besar dan berpikir besar. Bukan yang selalu reaktif, tetapi yang kreatif dan proaktif. Untuk menegakkan martabat dan mempertahankan kualitas kebudayaan bangsa yang besar, pemerintah bersama seluruh pewaris, pemilik, dan pelaku kebudayaan harus berani membuat rencana dan kerja besar, sekarang juga. Seluruh energi nasional diperlukan untuk menyalakan apinya agar kerja […]

Pedang Bermata Dua

Setiap kali merayakan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus, mata kita dibiasakan menatap Sang Saka Merah Putih berkibar megah di puncak tiang bendera. Kali ini, ada baiknya ia dipakai untuk memandang keadaan negeri tercinta kita. Kelihatannya di mana-mana terjadi penurunan moral: kebohongan memojokkan kejujuran, kegaduhan menindas keamanan, kejahatan menggantikan respek atas hukum, dan kekacauan menguasai ketertiban. Di […]

Scroll to top