Sampoerna Ajak Pemangku Kepentingan untuk Lestarikan DAS Kertosono dan DAS Pengandangan

PROBOLINGGO – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggelar Stakeholders Forum and Sharing Session Alliance for Water Stewardship (AWS) 2025 di Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (20/2/2025). Acara ini menegaskan komitmen Sampoerna dalam melestarikan sumber daya alam melalui pengelolaan air yang berkelanjutan.

Dengan tema “Bersama Mengatasi Risiko Terkait Air di DAS Kertosono dan DAS Pengandangan,” acara ini dihadiri oleh akademisi dan pemangku kepentingan di Probolinggo. Forum ini mempertemukan berbagai pihak untuk mendiskusikan kondisi lingkungan dan air di Kecamatan Kraksaan sebagai bagian dari Program AWS di fasilitas produksi Sampoerna di Probolinggo.

Dedy Trinur Afrianto, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Saya sangat senang dengan kegiatan yang fokus menumbuhkan cinta lingkungan seperti ini. Untuk melakukan perubahan, kita harus pentahelix, yaitu melibatkan pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan media,” ucapnya.

Kualitas sumber air yang buruk menimbulkan risiko besar dan biaya tinggi. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk meningkatkan kondisi air di Jawa Timur.

Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Arief Triastika, menyatakan bahwa Sampoerna mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas perusahaan di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia.” Dengan komitmen untuk berkembang bersama Indonesia, Sampoerna berperan aktif dalam pengelolaan air yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian energi yang dicanangkan pemerintah.

“Untuk menjaga keberlanjutannya, kami menerapkan konservasi air di setiap fasilitas produksi yang kami kelola, termasuk di Probolinggo, dan melibatkan pemangku kepentingan terkait dalam pelestarian sumber daya air. Kami menerapkan standar penatalayanan air Alliance for Water Stewardship (AWS) untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan lingkungan sekitar melalui kolaborasi antarpihak,” ujar Arief.

Arief melanjutkan bahwa penatalayanan air yang dilakukan Sampoerna juga berfungsi mengurangi tekanan penggunaan air tawar, menjaga kinerja daerah tangkapan air, serta memulihkan daur air. Dengan penatalayanan air, efisiensi penggunaan air terjamin dan pengelolaan air buangan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, baik terhadap operasional perusahaan maupun lingkungan sekitar.

 

telah diposting pada Jumat, 21 Februari 2025 oleh radarbromo.jawapos.com

Sampoerna Ajak Pemangku Kepentingan untuk Lestarikan DAS Kertosono dan DAS Pengandangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top