Month: May 2008

Sastra Melayu

Kebudayaan Melayu sarat muatan kesusastraan, dan sastra lisan mengambil bagian terbesar setelah sastra tulis. Sastra lisan orang Melayu dikenal cukup indah dengan pilihan kata dan susunan kalimat yang elok. Ungkapan-ungkapan indah tersebut, biasanya dalam bentuk pantun, syair, gurindam, peribahasa, seloka dsb, yang sering diselipkan dalam bahasa komunikasi sehari-hari. Banyak di antara ungkapan-ungkapan indah tersebut mengandung […]

Mitos dan Bahasa Media: Mengenal Semiotika Roland Barthes

Oleh: Anang Hermawan[1] Purwawacana: Representasi Realitas Mempertalikan semiotika dan bahasa media nampaknya dapat menjadi satu diskusi yang menarik. Bukan saja karena persoalan filosofis mendasar yang acapkali menjadi perdebatan, melainkan juga karena tidak ada jalur tunggal untuk membongkar praktik pertandaan (baca: bahasa) media. Taruhlah dengan sebuah klaim sederhana para penganut semiotika, bahwa di balik bahasa media […]

Ibn Rushd’s: Criticisms of the Theologians’ Arguments for the Existence of God

Dr. Ibrahim Y. Najjar, University of Sharjah THIS PAPER deals with Ibn Rushd’s criticisms of the theologians’ arguments for the existence of God in his book al-Kashf ‘an Manahij al-Adilla. In this book, Ibn Rushd argues that the theologians, in general, and the Ash’arites, in particular, used the presumed superiority of their arguments for the […]

Ayat-Ayat Cinta

Inilah buku yang telah membawa babak baru dalam sejarah sastra Indonesia: terbitnya genre novel romantis-Islami. Sudah lebih dari 30 kali dicetak ulang, buku ini memberikan penghasilan tak kurang dari Rp 1,5 milyar sebagai royalti bagi penulisnya: Habiburrahman El-Shirazy. Saya memang terlambat memberikan resensi karena blog ini belum dibuat di tahun 2004, saat novel itu diluncurkan […]

Scroll to top