Opini

Persekolahan dan Pendidikan

Ketiadaan visi pendidikan membuat pemerintah tanpa disadari mengidentikkan “persekolahan” (schooling) dengan “pendidikan” (education) dalam kebijakannya. Kebijakan ini semakin menyesatkan rakyat, karena di samping keliru identifikasi, bagian-bagian konstitutifnya, juga bolak-balik diubah secara fundamental, hingga membingungkan para pengajar, yaitu fungsionaris di lapangan yang langsung berurusan dengan anak didik.

Siswa Miskin Tak Perlu Mimpi RSBI

Di negara ini, siswa tak boleh atau ”diharamkan” miskin. Kalau miskin, nyaris mustahil mereka bisa memenuhi keinginan atau cita-cita besarnya. Jika pun ada di antara siswa miskin mampu memenuhi ambisinya atau berhasil menuai prestasi gemilang, itu terbilang kelangkaan atau bagian dari cerita ”mencari jarum” di tengah lautan. Memang, ada saja cerita soal anak miskin berprestasi […]

Upaya Menanamkan Nilai-nilai Perjuangan Kepahlawanan

Pemilihan umum (PEMILU) legislatif baru saja berlalu. Hiruk pikuk pemilu yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah masih terasa dan sebentar lagi pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Kita memilih wakil, namun serasa kita tidak menitipkan cita-cita dan semangat perjuangan apapun. Selogan wakil rakyat seakan-akan cuma nama, merek dagang atau bungkus yang bisa dibeli kapan saja dan […]

Wacana Pembangunan Ekonomi

Adalah lumrah manakala kesejahteraan pemilih diangkat sebagai wacana dalam kampanye menjelang setiap pemilihan pejabat politik, baik legislatif maupun eksekutif. Kini, pembahasan kebijakan pembangunan ekonomi menjadi semakin mengemuka karena dunia sedang dilanda tripetaka. Krisis finansial ekonomi, melonjak tajamnya harga energi dan pangan, serta pemanasan global kesemuanya dapat dikaitkan dengan pasar bebas yang berjalan tanpa kendali, meminggirkan […]

Scroll to top