JAKARTA – Pasangan suami istri Armand Maulana dan Dewi Gita sering diprotes buah hati mereka, Naja Dewi Maulana. Biasanya, Naja protes jika kedua orangtuanya terlalu sibuk bekerja.

“Anak gue sudah mengerti dan sudah besar, jadi dia sering komplain kalau gue sama ibunya sibuk kerja. Walaupun sudah kita jelasin kalau kerja itu untuk cari nafkah, waktu dibilangin dia bisa mengerti tapi nanti pasti komplain lagi. Mungkin karena dia sudah besar dan butuh perhatian lebih,” ungkap Armand ditemui di Studio RCTI, Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (9/5/2008).

Armand paham betul, sikap protes anaknya itu merupakan hal wajar bagi anak-anak yang butuh perhatian. Oleh sebab itu, saat Armand dan Dewi sedang tidak sibuk bekerja mereka akan menghabiskan waktu untuk anak semata wayangnya itu.

“Biasanya, kalau gue dan Dewi tidak ada kegiatan, waktu kita berdua tercurah untuk dia saja. Pokoknya, kita turutin dia mau kemana dan mau apa. Dengan begitu dia sadar kalau orangtuanya perhatian sama dia. Biasanya kalau kita sudah bareng, ya dia manja banget dan minta diperhatiin lebih,” beber vokalis grup band Gigi ini.

Untuk menghabiskan waktu bersama Naja, Armand dan Dewi tidak melulu pergi ke luar rumah seperti mal atau tempat bermain. Menghabiskan waktu dan bermain di dalam rumah pun bisa menjadi pilihan.

Sementara mengenai pembagian waktu antara anak dan pekerjaan, Armand dan Dewi telah membuat kesepakatan.

“Kita nggak boleh sibuk dua-duanya dalam waktu bersamaan. Kalau gue sibuk, ya Dewi nggak boleh terlalu sibuk, begitu juga sebaliknya. Karena gue tahu banget anak-anak sekarang beda sama dulu. Anak sekarang lebih keras dan lebih pintar, jadi protesnya juga pinter. Makanya gue harus ekstra perhatian untuk anak gue,” tandasnya.
Dewi Gita memiliki impian terpendam dalam hal seni tari. Sejak lama, Dewi mengimpikan bisa mendirikan sanggar tari dan ia sebagai pengajarnya.

“Punya sanggar tari itu, sudah menjadi impian dan cita-citaku sejak lama. Sekarang aku lagi persiapan cari-cari tanah untuk bangun sanggar. Minimal tempatnya di kota atau lebih bagus lagi di tengah kota,” ujar Dewi yang ditemui di Senayan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Pelantun Penari itu, tak ingin mendirikan sanggar di daerah pinggiran kota. Ia takut, orang lain enggan ke sanggarnya karena masalah jarak yang sulit ditempuh.

Sementara untuk tim pengajar, istri Armand Maulana itu akan turun tangan sebagai pengajar. Selain dirinya, Dewi pun menggandeng teman-temannya dari Akademi Seni Tari Bandung.

“Di sanggarku nanti, pengajarnya yang pasti aku sendiri. Ditambah teman-temanku dari Akademi Seni Tari Bandung, tempat aku belajar nari,” ujarnya.

Selama penantiannya mewujudkan impian mendirikan sanggar, Dewi mengisinya dengan mengajar tari untuk anak-anak. Namun, hanya berdasarkan panggilan.

“Selama ini, aku juga masih ngajar tari tapi door to door saja. Jadi, orangtuanya manggil gue, ‘Tolong ajarin anak gue dong’, ya sudah gue datang,” tandasnya.

www.okezone.com