APAKAH obyek yang sesungguhnya dari sains itu? Melibatkan diri dengan apakah sains itu? Untuk mendapatkan pandangan mendalam ke dalam pertanyaan-pertanyaan ini kita haruslah memulihkan kembali dunia-yang-kualami (lived-world) ke posisi yang penting dalam pemikiran kita.

Sebagai langkah pertama menuju pemulihan ini, kita haruslah mengerti obyektivitas dunia-yang-kualami ini. Langkah ini mengimplikasikan penolakan atas klaim bahwa hanya sains yang bisa berbicara mengenai sebuah dunia yang riil; bahwa hanya pemikiran saintifik yang berjasa dalam menentukan cap validitas obyektif.

Sejarah filsafat menunjukkan pada kita bagaimana pengalaman saintifik secara berangsur-angsur menggantikan tempat dari pengalaman keseharian kita yang spontan atas dunia; obyek-obyek sains menggantikan tempat ensemble dari makna-makna dunia-yang-kualami.

Dalam pemikiran Descarteslah secara utamanya dunia-yang-kualami dihancurkan kesertamertaan spontanitasnya. Satu-satunya pendekatan yang sah dan obyektif atas dunia yang riil ialah pendekatan kuantifikasi.

Hanya konsep-konsep kuantitas yang digarisbedakan secara tepatlah yang dinilai adekuat/layak untuk melukiskan dunia. Penggunaan secara metodologis atas keraguan tak lain merupakan sebuah cara untuk mencapai status terprivilegi dari pengetahuan saintifik. Ini secara esensial membentuk filsafat saintisisme.

Bersambung