TAK ada yang gratis di dunia ini. Politik pun punya tarif, mahal. Siapa yang bisa menyangkalnya? “Ongkos” menjadi politisi Senayan pun terbilang lumayan. Sejumlah calon legislator DPR yang ditemui di sela-sela Pertemuan Nasional Caleg Golkar, Rabu (18/2), tak menyangkalnya. Hingga 50 hari menjelang eksekusi pemberian suara, uang ratusan juta sudah keluar dari kantong mereka.

Pasti tahu siapa Tantowi Yahya. Entertainer kawakan yang kini menjadi caleg DPR Golkar di Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 2 ini tak bisa hanya mengandalkan popularitasnya. Secara jujur ia mengatakan, paling tidak budget sebesar Rp 1 miliar harus disiapkan untuk kepentingan kampanye. “Paling enggak, ada 1 M-lah. Semakin susah dapilnya, semakin mahal, yang punya duit aja belum tentu menang, apalagi yang enggak punya duit,” kata Tantowi.

Ia mengatakan, selain untuk pengadaan atribut kampanye, biaya perjalanan Jakarta-Palembang termasuk menguras jumlah yang besar. Insentif dari DPP Golkar sebesar Rp 500 per suara bagi caleg yang tidak terpilih pun disambut baik kakak Helmy Yahya ini. “Walaupun pasti enggak akan menutupi pengeluaran,” ujarnya.

Aktor sinetron Jeremy Thomas juga mengakui hal yang sama. Ia mengaku sudah habis Rp 450 juta untuk kampanye di dapilnya, Riau.

Caleg DPR Golkar dari Dapil Maluku, Marleen Petta, menekankan, kampanyenya pada sosialisasi pemberian suara dan penggalangan dukungan. Cara ini pun cukup mahal. Meski awalnya enggan menyebut angka, Marleen mengaku sudah mengeluarkan Rp 500 juta untuk berkampanye. Seperti apa model kampanyenya?

“Kampanye saya variatif, untuk sosialisasi dan penggalangan. Untuk diri sendiri lebih ke pemasangan baliho, kemudian spot iklan di tv lokal,” kata Marleen yang seorang advokat. Ia merinci menyiapkan 500 baliho, 100.000 stiker, dan tak kurang dari 200.000 kartu nama. “Ini pengalaman pertama saya jadi caleg. Tapi politik tidak baru untuk saya karena saya juga aktif di DPP Golkar,” katanya.

Lain halnya dengan putra politisi senior Theo Sambuaga, Jerry Sambuaga. Ia tak mau menyebut angka yang sudah dikeluarkannya untuk kampanye. Jerry hanya mengatakan, jumlah yang dihabiskannya tak sebanyak rekan-rekannya. “Saya kan bukan artis, jauh enggak sampe sebesar itu. Budget-nya enggak banyak kok,” ujar caleg dari Dapil DKI Jakarta ini.

Ia mengutarakan, strategi kampenye yang diterapkannya melalui pendekatan dialog dan memanfaatkan teknologi. “Lewat website dan facebook,” katanya.

Biaya mahal tentunya berbekal harapan mendatangkan hasil yang sebanding. Bagi rakyat, paling hanya berharap, kursi empuk Senayan tak membuat wakil-wakilnya lupa dengan apa yang mereka dijanjikan untuk diperjuangkan….

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/02/19/0946264/mahalnyaquotongkosquotkesenayan…

Kompas, Kamis, 19 Februari 2009