MINIBAR memang bukan desain umum untuk hunian Indonesia. Namun, kehadirannya bisa dioptimalkan dan multifungsi.

Minibar biasanya identik dengan tempat penyajian minuman beralkohol. Namun, fungsinya kini bisa berubah atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penghuni rumah. Misalnya saja, tempat minum kopi saat sarapan atau bersantai dengan tamu yang tidak terlalu formal.

Minibar merupakan salah satu tempat menjamu tamu di mana lokasinya diletakkan berdekatan dengan ruang makan, pantry maupun ruang keluarga. Kehadiran minibar akan menambah suasana santai dan rileks di dalam rumah.

“Suasana tersebut terkait dengan asosiasi suasana bar sebagai tempat untuk santai dan rileks untuk melepas kepenatan meskipun tidak semua orang menyetujuinya. Namun, agak sulit untuk mengubah citra yang telanjur melekat,” sebut arsitek dari Mitra Graha Asri Mandiri Ir Wisnu Brata.

Minibar ini merupakan tiruan atau bentuk yang lebih simpel dari bar. Bahkan, kadang- kadang juga dipakai untuk menyebut kulkas mini atau lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan minuman kaleng atau botol. Meskipun merupakan adaptasi dari budaya Barat dan bukan merupakan budaya asli Indonesia, menghadirkan minibar di dalam rumah merupakan hal yang lumrah.

Terutama jika kita sering dan banyak memiliki rekanan orang asing yang erat dengan budaya alkohol. Namun, bagi yang tidak cocok dengan budaya tersebut, maka kita dapat membuat adaptasi atau penyesuaian yang lebih cocok dengan budaya kita dengan juga menyediakan minuman nonalkohol.

“Kami dapat membuat minibar berupa tempat penyajian berbentuk meja dengan kursi-kursi berbentuk stool atau berkaki tinggi dan biasanya dapat diputar,” saran Wisnu. Demikian pula dalam kelanjutannya demi mengejar efisiensi ruangan, maka minibar digabungkan dengan pantry.

Digunakan sebagai tempat menyimpan minuman di kulkas dan gelas atau cangkir pada kabinet dan rak-raknya. Bentuk kursi bisa berupa stool yang memiliki kaki yang lebih tinggi dibandingkan dengan kursi makan biasa. Ketinggian mejanya pun tetap tidak diubah. Dengan begitu masih lebih tinggi dari meja pantry biasa. “Jadi dibuat ketinggian yang berbeda atau trap antara 2 meja tersebut,” ungkapnya.

Fungsinya pun menjadi lebih efektif dan efisien karena bukan hanya dapat digunakan untuk menyiapkan minuman, juga dapat digunakan untuk menyiapkan makanan ringan maupun sarapan. Gaya yang dipakai dalam membuat minibar ini biasanya mengikuti gaya rumah yang ada dan disesuaikan dengan perabot rumah secara keseluruhan. Apakah bergaya modern minimalis, klasik maupun mediterania.

Material yang digunakan pun tidak ada yang terlalu spesifik, cukup dipadupadankan dengan perabot yang ada di sekitarnya. Untuk yang bergaya minimalis, maka dapat menggunakan kayu untuk kursi-kursinya dengan granit atau marmer sebagai bahan mejanya.

“Atau memakai bahan kombinasi stainles steel dan kaca atau granit sebagai penutupnya. Yang penting, bahannya memiliki permukaan yang licin dan mudah dibersihkan,” sebut Wisnu. Untuk klasik, dapat menggunakan kombinasi bahan kayu dengan marmer dan kayu, besi tempa sebagai aksen dan batu alam atau marmer untuk yang bergaya Mediterania.

Adapun bentuk minibar sendiri memiliki pilihan yang beragam. Bentuknya disesuaikan dengan bentuk ruangan yang tersedia dan memungkinkan dipakai. Dapat berbentuk huruf C,huruf L, huruf I maupun huruf U yang bergantung pada lokasinya masing-masing di dalam rumah. “Namun,lebih sering diletakkan berdekatan dengan meja pantry maupun ruang keluarga untuk memudahkan sirkulasi,” ujar pria ramah ini. Lokasinya dapat diletakkan di pojok ruangan atau merupakan area yang berdiri sendiri.

Yang penting mudah terlihat dan diakses dari berbagai lokasi dalam rumah. Untuk minibar yang digabungkan dengan area pantry dan dipakai untuk area sarapan, biasanya untuk meja memiliki 2 ketinggian.”Meja untuk area kerja pantry-nya memiliki ketinggian 85 cm dan meja untuk penyajiannya memiliki ketinggian sekitar 92,5 cm agar para tamu atau anggota keluarga yang duduk pada kursi atau stool ini dapat makan dan minum dengan nyaman,” imbuhnya.

Sedangkan untuk tempat minumannya, dapat menggunakan rak gantung maupun rak yang dapat diakses dari 2 arah dan bersifat transparan. Dengan begitu memudahkan pengguna untuk mengambilnya. “Namun yang banyak dipakai adalah yang menggunakan lemari kabinet dengan tutup kaca sehingga terhindar dari kotoran dan debu,” tuturnya.

Tertarik untuk menghadirkan minibar dalam hunian? Selamat mencoba. (sindo//nsa)

okezone.com